
Foto: Dan Istitene/Getty Images Sport
Alcaniz - Valentino Rossi sempat diragukan bisa tampil di MotoGP
Aragon karena mengalami patah tulang saat latihan. Tapi Rossi akhirnya
ikut balapan dan finis kelima.
Rossi mengalami patah tulang ganda
di kaki kanannya saat berlatih di arena motocross pada akhir Agustus
lalu. Rider Movistar Yamaha itu pun naik meja operasi dan diperkirakan
bakal absen 30-40 hari.
Dia sudah absen di MotoGP San Marino dan seharusnya masih belum cukup
pulih untuk balapan di Aragon akhir pekan kemarin. Ternyata kondisinya
meningkat dengan cepat, bahkan sudah bisa kembali menunggangi motor
hanya 18 hari setelah kecelakaan.
Rossi kembali mengejutkan saat
tampil gemilang di kualifikasi MotoGP Aragon dan mendapatkan posisi
start ketiga, yang merupakan posisi start terbaiknya di sirkuit
tersebut. Pada akhirnya dia finis kelima di balapan, hanya sekitar 0,5
detik dari Maverick Vinales di depannya yang merupakan peraih pole.
Hujan
pujian pun mengalir ke Rossi. Pebalap Repsol Honda Marc Marquez, yang
memenangi balapan, terkesan dengan kegigihan rivalnya tersebut.
"Bisa
berada di sini setelah fraktur semacam itu saja sudah luar biasa. Saya
rasa tak ada satupun yang pernah melakukannya. Juga luar biasa bahwa dia
cuma 0,5 detik di belakang Vinales, dengan motor yang sama dan cedera
ini. Talentanya membuat perbedaan saya rasa," ungkap Marquez dikutip
Crash.
Rekan setim Marquez, Dani Pedrosa, yang finis kedua di
balapan kemarin menyebut performa Rossi sepanjang akhir pekan sudah
sangat mengejutkan.
"Tentunya, seperti yang Marc katakan, bisa
pulih cepat dari cedera semacam itu saja sudah luar biasa. Tentu saja
tiap cedera, setahu saya berbeda-beda. Meskipun cederanya terlihat sama,
terkadang Anda pulih lebih lambat dan tak tahu kenapa," ujarnya.
"Dan
kadang Anda pulih lebih cepat. Tapi pastinya determinasinya untuk ada
di sini sangat penting. Kemarin di kualifikasi dia super cepat dan hari
ini di awal balapan, dia sempat di grup terdepan bersaing untuk posisi
terdepan. Jadi sungguh mengejutkan," tambah Pedrosa.
Jorge
Lorenzo, rider Ducati yang akrab dengan cedera-cedera di masa lampau,
pun heran. Fakta bahwa Rossi sudah berusia 38 tahun dan pemulihan
tulangnya tak secepat mereka yang berusia lebih muda, itu diakuinya
mengesankan. Secara hasil, dia menilai mantan rekan setimnya itu sudah
bekerja sangat baik.
"Performanya sudah impresif sepanjang akhir
pekan. Cara dia di kualifikasi kemarin, tapi khususnya cara dia pulih.
Situasinya berbeda, tubuh seorang yang berusia 38 tahun dan tubuh
seorang yang usianya 15 tahun," timpal Lorenzo yang finis ketiga.
"Saya
rasa dia merasa lebih baik dari hari ke hari, dan seperti yang Marc
bilang, dia cuma finis nol koma sekian detik dari Vinales, di sirkuit
yang bukan favoritnya. Sangat impresif," sambungnya.
Sementara
Vinales mengaku sempat berharap lebih setelah melihat penampilan super
Rossi sepanjang akhir pekan hingga fase awal balapan. Dia lantas
menjelaskan kenapa rekan setimnya itu mengalami penurunan di fase akhir.
"Ketika
saya melihatnya ada di baris depan, saya pastinya sempat berpikir dia
akan menang. Kalau dia tangguh di awal balapan, saya bisa membayangkan
dia juga tangguh di fase akhir karena tak ada yang bisa setangguh
Valentino di akhir balapan," ungkapnya.
"Tapi dia mulai
kehilangan kecepatan, banyak mengalami selip. Kami mengalami masalah
yang sama, jadi pastinya kami harus memperbaiki itu di motor kami,"
tandas Vinales.
(raw/din)
Sumber : https://sport.detik.com/
ADS HERE !!!